Sebanyak 22 siswa SMA Negeri 1 Sampang Kabupaten Cilacap diduga Keracunan Setelah menyantap, makanan Program Makan Bergizi Gratis

Redaksi
23 Sep 2026 13:47
Berita 0 44
2 menit membaca

CILACAP – Sebanyak 22 siswa SMA Negeri 1 Sampang Kabupaten Cilacap mengeluhkan gejala klinis seperti pusing, mual, muntah, diare, lemas di duga mengalami keracunan makanan setelah menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sejumlah siswa mulai merasakan gejala sejak Selasa (22/09/2026) malam, setelah mengkonsumsi paket Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah dengan menu terdiri dari ayam, sayur tahu, dan buah.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kabupaten Cilacap Hasanudin, S.STP., M.M. memberikan keterangan kepada awak media langsung di ruang IGD RSUD CILACAP rabu (23/09/2026) siang bahwa penanganan medis prioritas telah langsung di berikan kepada seluruh siswa terdampak.


“Kami langsung menerjunkan tim medis dari Puskesmas Sampang untuk melakukan skrining, pendataan, dan evakuasi. Langkah utama kami adalah memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan intensif secepat mungkin,” ujarnya.
Tercatat ada 19 siswa yang di rujuk ke RSUD Cilacap.

Sebagai tindakan preventif dan investigatif, Dinkes Cilacap bekerjasama degan tim epidemiologi telah mengamankan sampel makanan serta bahan baku dari penyedia program MBG terkait. Sampel tersebut kini sudah di kirim ke Laboratorium Kesshatan Daerah (Labkesda) Jawa Tengah untuk di lakukan uji klinis guna mengetahui penyebab pasti munculnya gejala keracunan.

Kasus dugaan keracunan massal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia dan memicu perhatian luas serta desakan evaluasi terhadap tata kelola keamanan pangan dan sistem distribusi makanan.
Pemerintah harus segera melakukan investigasi dan mengambil tindakan tegas terkait dugaan kelalaian pengolahan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

# Desakan Publik : Organisasi masyarakat sipil dan pakar kesehatan mendesak pemerintah untuk memperketat standar pengawasan rantai pasok makanan, mengevaluasi transparansi pengelolaan anggaran, serta mempertimbangkan langkah penanganan darurat yang komprehensif mengingat masifnya kejadian di berbagai daerah.£

Pewarta : *Bang AJI S*

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x