
Moderasipatriotnusantara.com – Cilacap l Misteri maraknya aksi pencurian janur kelapa yang meresahkan dan menggerogoti mata pencaharian warga Desa Cimrutu akhirnya mulai terbongkar terang benderang. Tak sekadar desas-desus, warga yang geram kini resmi mengantongi sederet bukti krusial berupa rekaman video dan foto yang memperlihatkan aksi para terduga pelaku di lapangan.
Informasi yang dihimpun dari investigasi mandiri serta pengakuan berbagai narasumber—termasuk warga sekitar—menyingkap adanya dugaan tindak pidana yang terstruktur dan terencana. Aksi tersebut disinyalir dilakukan secara berkelompok dengan pembagian peran yang rapi.
Para terduga pelaku yang teridentifikasi berinisial G, U beserta anaknya, K, S, S (warga Capiturang), U, serta D, diduga kuat bekerjasama memanen dan mengangkut janur kelapa milik warga secara tanpa hak.
Tak berhenti pada eksekutor lapangan, rantai kejahatan ini diduga kuat bermuara pada sosok penadah utama. Janur-janur kelapa hasil curian tersebut disinyalir ditampung oleh seorang terduga bandar berinisial M.

Saat menelusuri lokasi kejadian, awak media menemui langsung para petani kelapa yang merugi. Para petani secara langsung menyerahkan dan memperlihatkan rekaman video bukti fisik di lapangan, yang memperlihatkan kondisi pohon-pohon kelapa serta bekas potongan janur yang disunat secara ilegal.

Guna menjaga asas keseimbangan berita (cover both sides), awak media berupaya mendatangi dan mengonfirmasi langsung pihak-pihak yang namanya terseret. Namun, bukannya memberikan klarifikasi yang transparan, para terduga justru melontarkan keterangan yang berbelit-belit dan terkesan menghindar. Hingga rilis ini diterbitkan, tak satu pun dari mereka yang mampu membeberkan alasan rasional terkait keberadaan mereka di lokasi kejadian sebagaimana terekam jelas dalam dokumen foto dan video milik warga.
Mewakili keresahan masyarakat, salah seorang petani kelapa yang menjadi korban menumpahkan kekesalannya atas ulah para pelaku yang dinilai sangat merugikan ekonomi warga kecil.
“Aksi mereka ini sudah sangat melampaui batas dan merugikan kami para pemilik pohon kelapa. Bukti video pohon bekas dipotong dan rekaman keberadaan mereka sudah sangat akurat. Keterangan saksi-saksi warga juga saling menguatkan. Tidak ada alasan lagi bagi aparat untuk berdiam diri. Kami mendesak semua yang terlibat—baik pemetik maupun penadahnya—segera ditindak tegas!” cetusnya dengan nada geram.
Dengan berbekal kesaksian narasumber serta rekaman bukti visual yang solid, warga dan para petani Desa Cimrutu menegaskan tidak akan tinggal diam dan siap menyerahkan seluruh berkas bukti ini ke pihak kepolisian. Langkah hukum tegas ini diambil untuk menyeret para pelaku ke meja hijau sekaligus mengembalikan rasa aman di Desa Cimrutu.
Red


Tidak ada komentar