Kapolda Jateng Ajak Masyarakat Jaga Kedamaian dan Toleransi Jelang Konser Andrea Bocelli di Borobudur

Redaksi
30 Okt 2026 14:12
4 menit membaca

Moderasipatriotnusantara.com – Semarang | Polda Jawa Tengah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus menciptakan suasana yang aman, damai, dan penuh toleransi menjelang penyelenggaraan konser Andrea Bocelli – Romanza 30th Anniversary World Tour Indonesia di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Sabtu malam (31/10/2026). Upaya tersebut diwujudkan melalui lima imbauan Kapolda Jateng Irjen Pol. Roy Hardi Siahaan, S.H., S.I.K., M.H., yang menitikberatkan pada kepedulian terhadap kelestarian Borobudur, ketertiban masyarakat, kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan, serta penguatan toleransi dan persaudaraan.

 

Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol. Yuliyanto, dalam keterangannya di Mapolda Jateng, Jumat (30/10/2026), menjelaskan bahwa imbauan tersebut merupakan bagian dari upaya mengajak masyarakat berperan aktif menciptakan situasi yang kondusif selama kegiatan berlangsung. Ia menegaskan bahwa kepolisian memahami adanya beragam pandangan dan aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat terkait penyelenggaraan konser tersebut. Penyampaian pendapat merupakan hak setiap warga negara yang dijamin undang-undang dan harus dihormati.

 

“Kami memahami adanya beragam pandangan dan aspirasi di tengah masyarakat. Perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dan kami menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapatnya. Namun, kami mengajak seluruh pihak untuk tetap mengedepankan dialog, saling menghormati, serta menjaga situasi agar tetap aman dan damai,” ujar Kombes Pol. Yuliyanto.

 

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Kapolda Jateng mengimbau seluruh penonton, wisatawan, dan masyarakat sekitar untuk bersama-sama menjaga kebersihan, kelestarian, serta nilai sejarah Candi Borobudur sebagai situs warisan dunia UNESCO. Penyelenggaraan konser yang membawa pesan perdamaian dan kemanusiaan diharapkan menjadi momentum untuk menunjukkan keramahan, toleransi, dan sikap saling menghormati masyarakat Jawa Tengah.

 

Dalam aspek kelancaran lalu lintas, masyarakat yang akan menuju kawasan Borobudur diimbau mematuhi rekayasa lalu lintas yang diberlakukan petugas, menggunakan kantong parkir resmi, serta memanfaatkan fasilitas shuttle bus yang disiapkan penyelenggara bersama pemerintah daerah. Pengunjung juga disarankan datang lebih awal dan tidak memarkir kendaraan di bahu jalan, khususnya sepanjang jalur Magelang–Yogyakarta, agar mobilitas masyarakat dan aktivitas warga sekitar tetap berjalan lancar.

 

Kapolda Jateng juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi penipuan tiket dengan hanya melakukan pembelian melalui kanal resmi penyelenggara maupun mitra penjualan yang telah ditunjuk. Para pengunjung diminta menjaga barang-barang pribadi seperti telepon genggam dan dompet, tidak mengenakan perhiasan berlebihan, serta segera melapor kepada petugas apabila menemukan hal mencurigakan di sekitar lokasi kegiatan.

 

Menyikapi adanya rencana aksi masyarakat yang hendak menyampaikan aspirasinya terkait terselenggaranya konser tersebut, Polda Jateng menghimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar melalui media sosial. Kabid Humas juga menghimbau peserta aksi agar tidak melakukan tindakan provokatif, vandalisme, maupun perbuatan lain yang dapat mengganggu ketertiban dan merusak kawasan cagar budaya tersebut.

 

Polda Jateng bersama TNI, Pemerintah Kabupaten Magelang, dan pengelola kawasan Candi Borobudur telah menyiapkan pengamanan terpadu dengan mengedepankan pendekatan humanis, profesional, dan proporsional. Personel gabungan, termasuk Polwan negosiator, disiagakan untuk memastikan komunikasi dan koordinasi dengan berbagai elemen masyarakat berjalan baik.

 

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak mudah percaya maupun ikut menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Mari kita jaga toleransi, persaudaraan, dan suasana yang kondusif. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa Jawa Tengah merupakan daerah yang aman, damai, dan ramah bagi penyelenggaraan kegiatan berskala internasional,” lanjutnya.

 

Menutup keterangannya, Kabidhumas menegaskan bahwa Polda Jateng berkomitmen memberikan perlindungan dan pelayanan kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan pandangan maupun kepentingannya. Pengamanan tidak hanya ditujukan bagi penonton konser, tetapi juga masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi, wisatawan, serta warga yang beraktivitas di sekitar kawasan Borobudur.

 

“Polri hadir untuk melindungi hak dan keselamatan seluruh masyarakat. Kami menghormati hak warga untuk menyampaikan aspirasi, sekaligus memastikan para wisatawan, penonton, dan masyarakat umum dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman. Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga kondusivitas kamtibmas, tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum, serta saling menghormati. Keamanan dan kedamaian Jawa Tengah merupakan tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.

Red

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x