

Oplus_16908288
Kini, sosok pemimpin berdedikasi tinggi ini dikabarkan tengah berada di Yunnan, China, guna mengikuti program prestisius benchmark study (studi tiru) bersama jajaran kepala desa pilihan dan tim Kementerian Desa.
Kehadirannya di kancah internasional tentu memancing tanda tanya sekaligus rasa penasaran publik. Memasuki hari kelima kegiatan pada Rabu (16/9/2026), agenda utama delegasi Indonesia adalah mengunjungi kawasan kebun teh kuno legendaris di Kecamatan Menghai, Yunnan.
Daya Tarik & Fokus Utama Studi Tiru di China:
Inovasi Agrowisata: Meninjau langsung pengelolaan perkebunan teh bersejarah berkelas dunia di Menghai.
Transformasi Ekonomi Lokal: Mempelajari strategi Tiongkok dalam mendongkrak kesejahteraan ekonomi masyarakat desa.
Tata Kelola Pariwisata Berkelanjutan: Menggali inspirasi dari Yunnan yang terkenal akan harmoni pariwisata, budaya, dan alamnya.
Peningkatan Pelayanan Publik: Menyerap sistem pelayanan masyarakat yang modern namun tetap berbasis kearifan lokal.
Mengapa Yunnan Menjadi Destinasi Pilihan?
Provinsi Yunnan di China bukan sekadar wilayah biasa. Kawasan ini dikenal secara global karena kekayaan budaya etnisnya yang luar biasa, lanskap panorama alam yang memukau, serta keberhasilannya memadukan sektor pariwisata dengan pertumbuhan ekonomi pedesaan. Pengalaman ini diyakini akan memberikan perspektif baru bagi para kepala desa dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang out-of-the-box.
Bukan Sekadar Berwisata, Membawa Pulang Ilmu untuk Kemandirian Desa
Di sela-sela rangkaian kegiatan studi tiru ini, Siman, S.Sos menegaskan bahwa perjalanan ke negeri tirai bambu tersebut memiliki misi yang jauh lebih besar daripada sekadar pelesir atau berwisata.
“Pengalaman dan ilmu yang didapatkan di negeri China ini, dari segi pertanian, pariwisata, dan banyak lagi teknologi lainnya — perjalanan ini bukan hanya sekadar berwisata. Melainkan memetik ilmu desa yang maju dan makmur di negara China, bukan untuk kita contoh mentah-mentah, tetapi kita terapkan sebagaimana mestinya agar desa di Kecamatan Kawunganten, lebih khususnya Desa Bojong, dapat lebih maju dalam bidang usaha, pertanian, perikanan, pariwisata, dan masih banyak lagi,” ungkap Siman penuh optimis.
Ia juga berharap, langkah strategis ini mampu membawa perubahan nyata bagi kemandirian desa serta peningkatan taraf hidup masyarakat lokal secara menyeluruh.
“Agar desa itu lebih mandiri dan dapat menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat, serta membangun karakter yang disiplin dalam usaha dan kerja agar bisa menghasilkan apa yang dikerjakan sesuai bidang bagi masyarakat,” pungkasnya.
Harapan Besar Warga untuk Desa Bojong & Kawunganten
Sebelum bertolak ke China, keikutsertaan Siman telah melalui proses pembekalan dan pelepasan resmi delegasi luar negeri.
Kini, warga Desa Bojong, jajaran pengurus PKMPI Kabupaten Cilacap, serta Paguyuban Kades Purnawirawan TNI-Polri Jawa Tengah menaruh asa yang tinggi.
Pengalaman, ilmu, dan jejaring internasional yang didapatkan selama di Yunnan diharapkan bisa “dibawa pulang” dan diimplementasikan secara nyata.
Langkah progresif ini diyakini tidak hanya membawa angin segar bagi kemajuan Desa Bojong, tetapi juga menjadi katalisator kebangkitan pembangunan desa-desa di Kecamatan Kawunganten dan wilayah Jawa Tengah pada umumnya.
Red


Tidak ada komentar