Atasi Ketergantungan Air Hujan, 10 Titik Irpom Diajukan untuk Genjot Produktivitas Pertanian di Jeruklegi

Redaksi
11 Sep 2026 06:07
Daerah 0 60
2 menit membaca

Media

CILACAP l Pemerintah Desa Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap Melalui Kordenator (BPP), mengajukan 10 titik Irigasi Perpompaan (Irpom) yang bersumber dari anggaran Kementerian Pertanian (APBN). Bantuan anggaran tersebut telah cair dan disalurkan kepada kelompok tani melalui koordinator UPKK. Jum’at 11/09/2026.

Koordinator Wilayah Jeruklegi, Edi Sudaryanto, menjelaskan bahwa pengajuan Irpom ini didasari oleh kondisi geografis wilayah Kecamatan Jeruklegi yang seluas 1.251 hektare dan sepenuhnya bergantung pada air hujan.

“Luas lahan 1.251 hektare di Jeruklegi ini 100% tadah hujan. Jadi tidak ada irigasi non-teknis apalagi teknis, kita betul-betul mengandalkan air hujan. Kalau tidak ada hujan, otomatis tidak ada pertanaman,” ujar Edi Sudaryanto.

 

Ia merinci, indeks pertanaman (IP) atau indeks panen di wilayah Jeruklegi saat ini berada di angka 1,5 dalam setahun. Melalui kehadiran Irpom ini, pihaknya berharap indeks tersebut dapat meningkat menjadi 1,7, bahkan bisa mencapai IP 200.
Sebagai contoh, wilayah Brebeg memiliki lahan sawah terluas di Kecamatan Jeruklegi yakni seluas 256 hektare.

Namun, waktu tanam di wilayah Brebeg justru paling lambat dibanding desa lain karena karakteristik lahannya yang berupa dataran rendah atau ceblung, sehingga kerap mengalami banjir saat musim hujan dan mengakibatkan awal tanam masa rendeng (MT1) menjadi mundur. Jika terlambat, maka target peningkatan IP menjadi IP 200 sulit terkejar.

Adapun ke-10 titik Irpom yang diajukan tersebar di delapan desa di wilayah Kecamatan Jeruklegi.

Dari segi teknis perpompaan, sebagian wilayah seperti Tritih Wetan dan Jeruklegi Wetan menggunakan mesin bor, sementara wilayah Karangkemiri menggunakan air permukaan/sungai dari embung, dan beberapa wilayah lainnya menggunakan sumber air permukaan atau sungai.

Sementara itu, bertempat di kediaman Ketua Kelompok Tani Margo Mulyo, Desa Jeruklegi Kulon, pihak pengurus menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan dari Kementerian Pertanian yang telah mengucurkan dana untuk pembangunan Irpom di wilayah tersebut.

Dengan adanya bantuan Irpom ini, para petani sawah merasa sangat terbantu, terutama dalam menambah debit air tatkala musim kemarau tiba. “Harapannya, hasil panen bisa lebih meningkat dan dapat menggarap lahan dua atau tiga kali nantinya,” papar Ketua Kelompok Tani Margo Mulyo.

Ke depannya, Edi Sudaryanto juga berharap kelompok tani yang mendapat bantuan dapat membentuk Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A). Lembaga ini nantinya bertugas mengelola operasional dan perawatan Irpom secara mandiri melalui iuran dari masing-masing pemilik lahan yang terjangkau.

Dengan terealisasinya proyek Irpom dan pengelolaan mandiri di bawah koordinasi P3A ini, peningkatan indeks pertanaman diharapkan mampu mendongkrak produktivitas pertanian secara signifikan di wilayah Kecamatan Jeruklegi.

Pimpred

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x