Dispertan Cilacap, Menyediakan 800 Vaksin Rabies Gratis untuk Hewan Peliharaan Dalam Peringatan Hari Rabies Se – Dunia

Redaksi
28 Sep 2026 14:00
2 menit membaca

CILACAP – Peringatan Hari Rabies Sedunia (World Rabies Day) yang jatuh pada tanggal 28 September setiap tahunnya. Diperingati oleh Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Cilacap dengan menyelenggarakan pelayanan vaksin rabies gratis bagi masyarakat yang memelihara hewan peliharaan, Senin (28/09/2026).

Kegiatan yang di selenggarakan di halaman Kantor Dispertan Cilacap, Komplek GOR Wijayakusuma jln. Rinjani Rawapasung Kel. Sidanegara Kec. Cilacap Tengah disambut dengan baik oleh masyarakat.
Tercatat sebanyak 138 ekor hewan peliharaan berhasil disuntik vaksin rabies secara gratis.

Kepala Dispertan Kabupaten Cilacap, Sigit Widayanto, S.P., M.Si melalui Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Slamet Sugino S.Pt., M.Pt, menyampaikan kepada awak media bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk mempertahankan status Jawa Tengah dan khususnya Cilacap sebagai daerah bebas rabies sejak tahun 1997.

“Vaksinasi ini penting untuk memberikan perlindungan kepada manusia dari dampak gigitan atau air liur hewan penular rabies,” ujarnya.

Hewan yang menjadi sasaran vaksin adalah Hewan Penular Rabies (HPR) seperti kucing, anjing, dan otter. Dalam kegiatan tersebut, Dispertan menyediakan hingga 800 dosis vaksin.

“Di Cilacap ada 4 Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) yakni Puskeswan Jerklegi, Majenang, Sidareja, dan Kroya,” ujar Slamet.

Pada pelaksanaan tahun ini, antusiasme warga cukup tinggi. Warga yang datang tidak hanya mendapatkan vaksin gratis, tetapi juga layanan konsultasi dan pengobatan gratis yang bekerjasama dengan Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) dan Stasiun Karantina Pertanian Cilacap.

Dispertan Cilacap mengimbau masyarakat yang memiliki hewan peliharaan agar rutin melakukan vaksinasi. Hal ini untuk mengantisipasi atau memproteksi adanya penularan dan penyebaran rabies di wilayah Kabupaten Cilacap mengingat tingginya mobilitas hewan antar daerah, terutama Cilacap yang berbatasan langsung dengan Jawa Barat menjadi pintu masuk potensi penyebaran rabies dari luar wilayah.

“Kita harus bersama-sama menjaga agar Cilacap tetap zero kasus rabies. Caranya dengan proaktif memeriksakan kesehatan hewan peliharaan dan melaporkan jika ada hewan yang menunjukkan gejala rabies,” pungkas Slamet.

Pewarta : Bang AJI S

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x